Kamis, 04 April 2013

gejala asam urat

Gejala asam urat akan ditandai dengan serangan awal yang menyerang pada persendian biasanya akan berlangsung selama beberapa hari dan kemudian menghilang sampai dengan serangan berikutnya. Gejala asam urat harus benar-benar diwaspadai untuk menghindari serangan asam urat yang lebih parah.
Gejala asam urat lainnya biasanya ditandai dengan gejala berikut ini :
  • Badan pegal pegal dan sering merasa kecapaian.
  • Rasa Kesemutan dan linu yang sangat parah
  • Nyeri otot, persendian lutut, pinggang, punggung, pinggul, pundak dan bahuSendi yang terkena asam urat terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi.
  • Sering buang air kecil terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur
  • Jika Gejala asam urat ini juga menyerang pada daerah ginjal maka akan memicu terjadinya kencing batu sehingga penderita kesulitan untuk buang air kecil
Gejala asam urat berupa nyeri di persendian ini terjadi karena kristalisasi asam urat yang terbentuk dalam sendi-sendi perifer. Hal ini dikarenakan daerah persendian tersebut lebih dingin daripada di pusat tubuh. Dalam suhu yang dingin urat cenderung membeku. Gejala asam urat yang lain yang bisa terjadi akibat kristalisasi dalam persendian ini adalah rasa kesemutan yang sangat parah.

http://www.metris-community.com/gejala-asam-urat-penyebab-dan-penyakit/

gejala penyakit lupus

Gejala awal yang biasanya muncul pada penderita penyakit ini adalah adanya  kelainan kulit, berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi . Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan , rambutnya rontok, persendian kerap bengkak dan timbul sariawan. Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.
Gejala-gejala penyakit dikenal sebagai Lupus Eritomatosus Sistemik (LES) alias Lupus. Eritomatosus artinya kemerahan. sedangkan sistemik bermakna menyebar luas keberbagai organ tubuh. Istilahnya disebut LES atau Lupus. Gejala-gejala yang umum dijumpai adalah:
  • Mudah mengalami gangguan pencernaan dan kulit peka terhadap sinar matahari yang sehingga mudah gosong.
  • Badan terasa lemah, dan terasa kelelahan yang berlebihan yang disertai pegal-pegal bahkan demam
  • Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
  • Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit lupus ini
  • Sering mengalami kerontokan pada rambut
  • dan rendahnya trombosit
http://www.metris-community.com/penyakit-lupus-gejala-penyebab-lupus-penyakit/

penyebab penyakit lupus

Hingga saat ini para peneliti dalam bidang dermatologi masih meneliti lebih lanjut tentang penyebab penyakit lupus, siapapun dapat menderita penyakit ini tidak dibatasi oleh usia dan jenis kelamin, bersifat genetik namun menurut perkiraan para ilmuwan bahwa hormon wanita (hormon estrogen) mungkin ada hubungannya dengan penyebab penyakit lupus karena dari fakta yang ada diketahui bahwa 9 dari 10 orang penderita penyakit lupus adalah wanita,  beberapa faktor yang dapat memicu penyakit lupus :
  • Lingkungan
  • Infeksi
  • Paparan sinar matahari
  • Stres
  • Obat-obatan tertentu
http://www.metris-community.com/penyakit-lupus-gejala-penyebab-lupus-penyakit/

jenis penyakit lupus

  • Cutaneus Lupus : Seringkali disebut discoid yang mempengaruhi kulit.
  • Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang menyerang organ tubuh seperti kulit, persendian, paru-paru, darah, pembuluh darah, jantung, ginjal, hati, otak, dan syaraf.
  • Drug Induced Lupus(DIL), timbul karena menggunakan obat-obatan tertentu. Setelah pemakaian dihentikan, umumnya gejala akan hilang.
http://www.metris-community.com/penyakit-lupus-gejala-penyebab-lupus-penyakit/

pengenalan mengenai penyakit lupus

Istilah penyakit lupus diambil dari kata lupus yang dalam bahasa latin berarti anjing hutan, istilah ini digunakan karena pada umumnya penderita penyakit ini pada memiliki ruam merah yang berbentuk kupu-kupu (butterfly rash) di pipi yang serupa pada pipi serigala, tetapi berwarna putih. penyakit ini mulai dikenal sekitar satu abad lalu,  penyakit lupus dianggap mematikan bahkan disetarakan dengan penyakit kanker karena dalam banyak kasus penderita penyakit lupus banyak yang tidak tertolong, ditemukan lebih dari 100 ribu kasus baru terjadi setiap tahunnya dan saat ini penderita penyakit lupus di dunia tercatat telah melebihi 5 juta orang
Dalam ilmu kedokteran penyakit lupus dikenal sebagai Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau sebagai penyakit dengan kekebalan tubuh berlebihan (autoimmune disease), dalam ilmu immunologi tentang kekebalan tubuh, penyakit lupus merupakan kebalikan dari penyakit kanker dan AIDS yang disebabkan olh HIV karena pada penderita penyakit lupus ini jaringan dalam tubuh dianggap benda asing. Rangsangan dari jaringan tersebut akan menimbulkan reaksi sistem imunitas dan membentuk antibodi yang berlebihan, dimana antibodi yang berfungsi menyerang sumber penyakit yang akan masuk dalam tubuh justru akan menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat pada berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru, lapisan pada paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah, kelainan inilah disebut autoimunitas dimana antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua cara yaitu :
Pertama : antibodi dapat menyerang langsung pada jaringan sel tubuh, seperti pada sel-sel darah merah dan menghancurkan selnya
Kedua : antibodi dapat bergabung dengan antigen (zat perangsang pembentukan antibodi) dan  membentuk ikatan kompleks imun yang akan bersirkulasi dalam darah hingga akhirnya gabungan antibodi dan antigen tersangkut pada pembuluh darah kapiler akan menimbulkan peradangan. Dalam keadaan normal sel-sel radang (fagosit) dapat membatasi kompleks imun ini namun dalam keadaan abnormal, kompleks imun ini tidak dapat dibatasi dengan baik karena peradangan pada sel-sel semakin bertambah dan mengeluarkan mengeluarkan enzim sehingga menimbulkan peradangan di sekitar kompleks yang pada akhirnya proses peradangan akan berkepanjangan dan akan merusak organ tubuh dan mengganggu fungsinya.

http://www.metris-community.com/penyakit-lupus-gejala-penyebab-lupus-penyakit/

pencegahan kanker serviks

Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan dengan usia yang lebih muda. Tingginya angka ini biasanya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan kesadaran akan bahaya kanker serviks. Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan dengan usia yang lebih muda.
Saat ini kanker serviks dapat dicegah dengan pemberian vaksin HPV. Langkah ini dapat membantu memberikan perlindungan terhadap beberapa tipe HPV yang dapat menyebabkan masalah dan komplikasi seperti kanker serviks dan genital warts. Vaksin ini sebaiknya diberikan pada perempuan muda sedini mungkin, karena tingkat imunisasi tubuh serta pertumbuhan dan reproduksi sel di area serviks masih sangat baik.
Vaksinasi merupakan metode deteksi dini sebagai upaya pencegahan kanker serviks. Melalui vaksinasi semakin besar kesempatan disembuhkannya penyakit ini dan semakin besar kemungkinan untuk menekan angka kasus kanker serviks yang mengancam kaum perempuan. Untuk itu, segera hubungi dokter anda untuk membantu pencegahan kanker serviks. Segera lakukan vaksinasi sebagai tindakan pencegahan kanker serviks

http://www.metris-community.com/penyebab-kanker-serviks-gejala-tanda-pencegahan/

gejala kanker serviks

Tanda dan Gejala kanker serviks pada kondisi pra-kanker ditandai dengan ditemukannya sel-sel abnormal di bagian bawah serviks yang dapat dideteksi melalui tes Pap Smear, atau yang baru-baru ini disosialisasikan yaitu dengan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat. Sering kali kanker serviks tidak menimbulkan gejala. Namun bila sudah berkembang menjadi kanker serviks, barulah muncul gejala-gejala seperti pendarahan serta keputihan pada vagina yang tidak normal, sakit saat buang air kecil dan rasa sakit saat berhubungan seksual. segera periksakan ke dokter anda untuk mendiagnosa jika anda mengalami gejala kanker serviks seperti itu

http://www.metris-community.com/penyebab-kanker-serviks-gejala-tanda-pencegahan/